Sabtu, 14 Juli 2012

"NIKMAT PUASA" Sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, karena di situ orang-orang yang beriman menguji hidup dengan berpuasa. Puasa untuk mengekang segala nafsu. Melakukan puasa di masa yang sulit tidaklah mudah bagi orang-orang miskin. Kenaikan BBM, disertai naiknya bahan-bahan pokok secara tidak stabil, memicu gundah. Minyak tanah dan minyak goreng membuat resah karena harganya naik dan tidak terkendali.Kondisi panas bagi pekerja-pekerja buruh dengan upah minim. Seringkali, pekerja kuli bangunan, abang becak, kondektur dan sopir bus kepanasan dan ada yang tidak berpuasa. Di situlah rentam tersulut kekerasan yang menyakitkan. Kehidupan kian menyesakkan. Maka patut kita renungkan keadaan puasa sekarang. Apa makna dari melaksanakan ritual puasa? Puasa memberikan kesabaran dan ketabahan bagi para pelakunya. Puasa untuk mengekang dorongan sesaat (impulsive) yang meledak-ledak. Hakikat puasa merupakan bukti rasa syukur umat beragama kepada Allah Yang Maha Esa, Allah SWT yang menciptakan manusia. Dan Dia pula yang mencabut nyawa manusia menurut kehendak-Nya. Kalau manusia pada saat ini masih diberi rahmat memasuki bulan Ramadhan, berarti masih punya kesempatan untuk mensucikan diri. Mensucikan diri dari segala noda dan dosa. Bersuci dari keserakahan dan kedengkian. Mensucikan diri dari segala kemunafikan dan penindasan. Allah SWT sangat mencintai makhluknya yang sadar akan tujuan hidupnya dan menyukai manusia yang dapat memberi manfaat bagi kehidupannya, bukan manusia yang mementingkan diri sendiri dengan menindas saudara lainnya. Dengan puasa ini, manusia memperoleh kesempatan yang seluas-luasnya untuk memilih hidup yang berguna. Menjalankan hidup dengan beribadah secara benar. Bekerja secara giat dan tekun serta melapangkan kesulitan orang lain. Bukti syukur manusia kepada Pencipta yaitu dengan melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Orang yang mampu bersyukur kepada Allah SWT merasakan lezatnya iman. Allah SWT yang memberikan semua karunia kepada manusia. Kalau Tuhan mencabut nikmat hidup, maka tidak ada yang mampu menghalanginya. Selagi Tuhan memberikan karunia umur panjang, kondisi sehat dan keyakinan untuk melakukan perintah puasa, maka sejatinya kita memberi manfaat bagi sesama. Apabila manusia sangat pelit untuk membantu saudaranya, lalu apa yang akan dibanggakan kelak di akhirat? Perbuatan amal shaleh lah yang akan membawa manusia menjadi mulia. Manusia yang kikir, Allah SWT akan enggan merahmati mereka. Dan apabila Allah SWT menjauhi manusia yang zalim, maka ia makin terperosok dalam jalan sesat yang ditempuh. Sungguh dalam keadaan itu, manusia sangat merugi. Dan kesombongan nyata bagi orang-orang yang zalim. Mengapa orang harus mensucikan dirinya? Tidak ada manusia yang lepas dari kesalahan dan dosa. Dalam menjalankan kehidupan keseharian, manusia dihadapkan dengan beragam pilihan hidup yang kadang menyulitkan. Di situlah adanya pertentangan-pertentangan antara situasi, sikap, pikiran dan perilaku. Pertentangan itulah yang berpotensi mengambil keputusan dengan ceroboh. Keputusan yang menguntungkan dirinya di lain pihak, tetapi terkadang mengorbankan orang lain. Manusia seringkali merasa benar dan menindas yang lemah. Pada skala itulah orang bersalah dan berdosa, bisa bersalah pada dirinya, orang lain atau lingkungan sekitarnya. Di tengah bulan puasa, perbuatan dosa yang telah lalu patut direnungkan. Mengapa? Karena akan memperoleh pelajaran dari perbuatan tersebut. Namun, jika tidak diambil hikmah, maka akan senantiasa berada dalam kerugian. Orang yang mensucikan hati akan sangat berguna untuk menjadi orang yang tulus ikhlas semata karena mengharap kerelaan Tuhan. Mensucikan diri secara lahir perlu dilakukan, saat puasa. Mensucikan makanan yang dimakan agar bersih dari segi perolehan dan jenisnya. Tuhan sangat mencintai orang-orang yang hidup bersih, baik dan menyehatkan. Puasa dengan mensucikan diri secara lahir dan batin akan menuntun manusia pada cahaya ilahi. Cahaya (nur) yang akan menuntun dan menjadi lentera kehidupan manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar